Kisah Ispiratif

Sabtu, 30 Oktober 2010

Ketulusan Dakwah


Ketika dakwah tak menarik lagi untuk dipertahankan. Di saat cinta dunia telah menggelapkan pandangan iman. Hati yang dulunya penuh dengan ketenangan islam, sekarang berubah seakaan manisnya iman tak pernah singgah di hati walau hanya sebentar. Dulu nafas ini selalu terhembus beriringan dengan hembusan dakwah. Senyum ini terukir untuk dakwah. Niat yang dahulu bersih yang tertuju demi meraih ridho-Nya, sekarang telah berlumur dengan noda-noda dunia. Sujudku sudah tak senikmat dulu, doaku tak sekhusuk waktu itu, mulut ini sudah kering dari lantunan ayat-ayat Illahi dan dzikir guna mengingat Sang Abadi.

Ya Allah, apa yang sedang menimpa diriku ini. Di kala saudara-saudaraku se-islam dan se-iman sedang berjuang mati-matian untuk membuktikan cintanya pada-Mu. Waktu mereka habis untuk menyampaikan risalah-Mu. Keringat mereka menetes dan sekalipun keringat itu berganti dengan darah, mereka akan rela demi maraih cinta-Mu ya Robb. Sepenuh harta dan jiwa mereka serahkan pada-Mu ya Robb. Siang mereka benar-benar berjuang mengeluarkan seluruh tenaganya untuk dakwah. Panasnya sengatan matahari tak mereka hiraukan. Semangat untuk berdakwah sama sekali tak mereka kendorkan. Tetapi ada apa dengan aktivis-aktivis dakwah ini ya Allah. Ibadah mereka sudah berada jauh dari rata-rata. Semangat dakwah mereka seakan tak kenal padam dan terus membara. Tetapi ketika malam sudah menggantikan siang. Bulan pun sudah membuktika kegagahannya. Di tengah orang-orang terlelap berselimut kehangatan malam. Mereka merelakan diri untuk bangun dan bersujud kepada-Mu dengan penuh kekusyukan. Derai airmata mengiringi setiap lantunan ayat yang meraka baca. Airmata meleleh ketika doa-doa dipanjatkan. Permohonan ampun selalu mereka ucapkan. Isak tangis selalu mengiringi gerakan bibir yang memanjatkan doa dan ampunan.

Sebegitu takutnyakah mereka pada-Mu ya Allah, padahal apa yang telah mereka korbankan sangatlah besar. Ada apakah yang isa membuat mereka sebegitunya takut pada-Mu ya Robb. Seharusnya dengan kerja kerasa dan segala pengorbanan yang mereka tujukan kepada-Mu, sudah lebih dari cukup untuk membuat pera aktivis dakwah ini tenang. Sudah lebih dari cukup untuk mereka dapat menikmati sepenuhnya malam dengan dengan ditemani selimut kehangatan.
Ya Allah, diriku sangatlah malu melihat realita yang seperti ini. Niat dakwahku telah terkotori di tengah niat dakwah saudara-saudaraku begitu suci. Ketika aku menggembor-gemborkan dakwahku walau sebenarnya baru sangat sedikit, dibanding mereka yang berdakwah siang malam tetapi tidak pernah menunjukkan kerja kerasnya untuk dilihat oleh orang lain. Ketika diriku telah merasa tenang dan aman dari siksa-Mu ya Allah karena aku mengira bahwa kerja kerasku di dunia dakwah ini sudah cukup untuk menyelamatkanku dari siksa-Mu, tetapi ya Robb, mengapa mereka masih saja terus meminta ampun berlinang air mata. Bukankah usaha dan kerja kersa meraka sudah sangat besar ya Allah.

Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini yang selalu bangga dengan usaha kecil dalam dakwah ini. Diriku yang selalu riya’ dalam menjalankan tugas mulia ini. Hati ini sangatlah kotor ya Allah. Ya Allah, dengan segala kehinaan yang aku miliki, jika Engkau masih memberi kesempatan padaku untuk berubah dan memperbaiki segala perbuatanku selama ini. Aku kan berusaha sekuat tenaga untuk senantiasa memperbaharui dan memperbaiki niat yang kotor ini. Ya Allah, jangalah Engkau panggil diriku dengan keadaan seperti ini. Keadaan yang masih sangat-sangat tidak pantas untuk menghadap-Mu. Ya Robb, berilah aku kesempatan.

Rendi Handoko

3 komentar:

Latip Mirad mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Latip Mirad mengatakan...

subhanallah... trimakasih mas, inspiratif...

Latip Mirad mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.